Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian VII/selesai)

Posted by Wijaya Kusuma on Juni 1, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Kalau kembali kepada tri kerangka agama, juga untuk dapat melihat hubungan Falsafah, Rituil dan Ethica sehingga dapat menemukan kekuatan yang ada serta dapat memanfaatkannya. Rituil dengan serba neka bentuk dan wujudnya. Begitu juga unsur-unsur dunia. Lalu apa yang terkandung dalam unsur-unsur rituil itu? Perlu diingat pengertian BHUWANA AGUNG dan BHUWANA ALIT atau MAKROKOSMOS dan MIKROKOSMOS. Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian VII/selesai)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian VI)

Posted by Wijaya Kusuma on Juni 1, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Kembali lagi kepada Catur Warna. Hal ini tidak saja di dalam kehidupan individu, juga dalam kehidupan sosial sebagai manusia beragama, bermasyarakat, bernegara dan berkeluarga. Dalam hidup sosial, sesuai dengan perbedaan daya kemampuan masing-masing dalam melakukan kewajiban di masyarakat, perlu adanya perbedaan tugas kewajiban, menurut ajaran agama, dipilihlah orang-orang yang mampu memegang pengetahuan ketuhanan (AGAMA). Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian VI)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian V)

Posted by Wijaya Kusuma on April 7, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Kembali lagi akan kepentingan rohani dan jasmani. Kedua sifat itu saling bertentangan, yang satu materialis yang satu mistik, atau yang satu keterikatan dan yang satu lagi kebebasan. Yang satu ingin selalu hidup di dunia, dan yang satu lagi tak mau kembali ke dunia. Kalau demikian halnya,bagaimana caranya agar dapat mengisi keduanya? Jalannya secara mudah dapat diketengahkan. Kalau ingin mengisi kepuasan bathin, kebebasan, hendaknya keterikatan akan materi itu harus dikorbankan.

Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian V)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian IV)

Posted by Wijaya Kusuma on Februari 15, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Sekarang kembali saya ajak kepada kesejahteraan lahir bathin. Secara lahiriah akan dapat dengan puas menggunakan atau menikmati materi yang ada. Namun tidak menimbulkan suatu keterikatan akan materi. Materi adalah sebagai alat untuk mempertahankan hidup, dalam menghapus balutan karmawasana yang menyebabkan adanya PUNARBHAWA. Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian IV)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian III)

Posted by Wijaya Kusuma on Januari 30, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Sekarang saya akan meninjau sifat rohaniah yang bersifat Satwam. Seperti dasar pokoknya adalah yang bersifat gaib dan tidak mengingini materi. Namun karena juga merupakan jiwa dari jasmani maka akan mempunyai sifat yang agak berlainan. Tetapi saya akan mengusahakan sebagai anti materi. Badan roh adalah kumpulan dari karmawasana yang tersimpan dan merupakan citta. Kalau demikian berarti kebenciannya pada pada dunia materi disebabkan oleh¬† adanya ikatan untuk kembali lagi ke dunia. Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian III)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian II)

Posted by Wijaya Kusuma on Januari 25, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , , ,

Sekarang akan saya ketengahkan lagi mengenai apa yang disebut TRI GUNA. Tri Guna adalah tiga guna/manfaat dalam hidup setiap manusia. Dengan adanya dua badan, yaitu badan jasmani dan badan roh, maka keduanya itu akan mempunyai kepentingan masing-masing. Jasmani dengan sifat TAMAH, rohani dengan sifat SATWAM.

Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian II)” »

Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian I)

Posted by Wijaya Kusuma on Januari 24, 2017
Posted in Renungan  | Tagged With: , , ,

Setelah saya mengikuti perkembagan ratio di zaman sekarang saya sangat kagum sekali. Daya berpikir manusia begitu pesatnya. Apa yang dirasakan dulu itu tak mungkin dapat di jangkau oleh kecerdasan akal manusia, sekarang telah menjadi kenyataan. Dengan sumbangan pikiran, yang diamalkan melalui sarana kemanusiaan seperti pabrik-pabrik besar, industri-industri besar dan modern. Keperluan hidup dapat memberikan gairah untuk mempertahankan hidup terus-menerus. Dunia telah kebanjiran dengan serba ragam keperluan hidup dari yang antik sampai ultra modern. Continue reading “Renungan Malam Purnama di Taman Mayura oleh Wiswamurti (Bagian I)” »

Pengangguran adalah sarang Betara Kala

Posted by Wijaya Kusuma on Juli 1, 2016
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Kerja bertujuan untuk memperlancar peredaran darah. Apabila sudah merata sulit sekali kena penyakit. Makan enak, bergizi tinggi adalah pembunuh tingkat atas. Bagi masyarakat bawah sulit untuk mendapat makanan yang demikian. Continue reading “Pengangguran adalah sarang Betara Kala” »

Hati nurani adalah radar kita

Posted by Wijaya Kusuma on Juli 1, 2016
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Kehilangan kepercayaan diri menyebabkan kekosongan jiwa, tidak ada yang menyentuh hati nuraninya. Penyesalan-penyesalan akan timbul. Ciri-ciri zaman sekarang tidak ada orang yang memiliki pantes (manut dalam bahasa Bali). Mereka memandang, mendengar, meminjam dari orang lain. Continue reading “Hati nurani adalah radar kita” »

Keluarga merupakan tempat pengabdian pertama

Posted by Wijaya Kusuma on April 12, 2016
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Keselamatan keluarga hendaknya diutamakan. Tanpa keselamatan keluarga diri ini tidak pernah selamat (sebab perasaan akan terganggu).¬†Biasakanlah menghayati satu kata, sehingga kita tidak sering salah kaprah. Continue reading “Keluarga merupakan tempat pengabdian pertama” »