Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Pengaruh kehidupan Kaliyuga belum hilang

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 30, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Kehidupan zaman Kali yang menang adalah darah (Korawa). Kaliyuga adalah suatu kekuatan yang bersifat material. Kekayaan menang. Sedikit-sedikit kekayaan/uang. Asal banyak mempunyai uang dikatakan bahagia/ sadya. Continue reading “Pengaruh kehidupan Kaliyuga belum hilang” »

Penderitaan Justru Melahirkan Konsep Kehidupan yang baru untuk mempertahankan hidup

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 30, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Sifat Alengkapura tidak senang melihat orang lain sukses, dan selalu merasa bermusuhan. Lalu orang-orang ini mencari orang untuk menyalahkan yang sukses, dan berusaha agar orang sukses menjadi gagal. Mereka berprilaku seperti siluman-siluman. Orang ini juga yang menyuruh orang lain untuk berbuat yang macam-macam. Seperti dalam lingkungan masyarakat : dulu kita baik dengan lingkungan, karena kita berada di bawah mereka, kalau kita lebih baik dari mereka, mereka tidak baik. Sifat Korawa dan Alengka tidak senang melihat hidupnya lebih baik dari pada dirinya. Mereka mencari prilaku kita yang salah-salah dan menyebarkan kepada orang lain, agar orang lain tidak percaya kepada kita. Continue reading “Penderitaan Justru Melahirkan Konsep Kehidupan yang baru untuk mempertahankan hidup” »

Perubahan Memaksa Manusia Kembali Berpikir

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Perubahan itu mengenai siapapun juga. Bumi ini berputar. Gunung-gunung curam dari Barat. Benda itu juga berubah. Perubahan itu terus berlalu. Perubahan itu disebabkan karena waktu (Kala). Disimbulkan dengan Caling/taring. Maka manusia itu takut akan perubahan, oleh karena itu sering dimakan Kala, karena manusia tidak mau berubah. Kala = waktu. Maka semua yang hidup dibunuh oleh Kala. Orang sering bertengkar karena tidak mau ada perubahan. Continue reading “Perubahan Memaksa Manusia Kembali Berpikir” »

Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Empat unsur¬† yang harus diperhatikan yaitu pikiran, tenaga, materi dan iman. Jika kita telah melaksanakan empat hal ini barulah menuju ke angka 5 (lima) yang artinya hidup. Hidup ini dikaitkan dengan Panca Pandawa, barulah nyungsung Yudistira atau Sang Hyang Dharma. Dari Panca Pandawa menjadi Panca Dewata. Lawannya adalah Panca Maha Butha. Kalau dalam sastra/aksara ada disebut Panca Brahma dan Panca Tirtha. Continue reading “Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)” »

Godaan itu datang dari harapan/keinginan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on November 20, 2014
Posted in Uncategorized  | Tagged With: , ,

Dengan adanya godaan dan keinginan membuat manusia berpikir. Godaan itu tidak perlu ditakuti karena datangnya dari harapan atau keinginan kita. Harapan tinggi godaanpun tinggi (sebegitu jauh untuk mengusahakan). Manusia tidak boleh tidak berpikir. Karena manusia malas berpikir, lalu menginginkan kesuksesan dia hanya dapat suatu kekecewaan. Manusia Kaliyuga mau menginginkan suatu harapan-harapan tanpa tidak mau cobaan-cobaan. Orang inilah yang gengsi. Continue reading “Godaan itu datang dari harapan/keinginan” »

Selama hidup selalu ada godaan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on November 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Kita hidup sebenarnya suatu usaha yang kita lakukan untuk mendapat aman (tidak ada godaan). Godaan itu disebabkan karena tuntutan hidup.

Yang membuat tidak aman, kita tidak mau memikirkannya (sebelum berbuat). Kalau kita tidak banyak berpikir tentu banyak menyalahkan orang lain (ini juga godaan). Persoalannya bukan boleh dan tidak boleh, tetapi berpikir. Dengan berpikir Jagathita akan tercapai. Continue reading “Selama hidup selalu ada godaan” »

Jangan bingung menghadapi masalah

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on November 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Pada saat sembahyang, lepaskan keterikatan semuanya. Jangan melihat diri, karena tidak akan menyelesaikan masalah. Lupakan badan. Kalau ingat pada Atma, Atma itu yang akan menyempurnakan diri kita dari lapisan-lapisan karma wasana. Continue reading “Jangan bingung menghadapi masalah” »

Kemampuan dan kemauan untuk menghargai pikiran

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on October 30, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With:

Masyarakat bawah tidak pernah mau menghargai pikiran. Orang yang tidak mau menghargai pikiran, cari gampang. Continue reading “Kemampuan dan kemauan untuk menghargai pikiran” »

Pergaulan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on October 30, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With:

Hati-hati dalam bergaul dan harus mengerti tentang pergaulan itu. Jika tidak mengerti bisa tabrakan/larut di dalamnya. Zaman Kali yuga orang tidak mau tahu manfaat sesuatu bagi dirinya. Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang ada hubungannya dengan suka dan duka. Pergaulan sekarang adalah pergaulan brayamargi (pergaulan jalanan), yang dibicarakan adalah sukanya saja. Pergaulan sekarang hanya cocok dalam obrolan.¬†Bagaimanpun juga sebagai manusia hidup harus berfikir atas asas manfaat dari pergaulan itu. Continue reading “Pergaulan” »

Ketakutan menyebabkan prilaku berpura-pura dan penuh keraguan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on October 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Sifat keakuan yang terlalu tinggi membawa ketakutan. Dari ketakutan timbullah sifat kepura-puraan. Ketakutan yang terlalu dalam menimbulkan over acting. Misalnya di dalam rumah tangga, siapa yang berbuat tidak benar pasti dia berpura-pura. Dalam sikap mental ketakutan, orang tidak mungkin menemukan ketentraman, karena ketakutan ini orang sulit untuk menemukan kebahagiaan. Continue reading “Ketakutan menyebabkan prilaku berpura-pura dan penuh keraguan” »