Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Ketakutan menyebabkan prilaku berpura-pura dan penuh keraguan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on October 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Sifat keakuan yang terlalu tinggi membawa ketakutan. Dari ketakutan timbullah sifat kepura-puraan. Ketakutan yang terlalu dalam menimbulkan over acting. Misalnya di dalam rumah tangga, siapa yang berbuat tidak benar pasti dia berpura-pura. Dalam sikap mental ketakutan, orang tidak mungkin menemukan ketentraman, karena ketakutan ini orang sulit untuk menemukan kebahagiaan. Continue reading “Ketakutan menyebabkan prilaku berpura-pura dan penuh keraguan” »

Kegagalan dalam Kehidupan akibat berpikir satu sisi

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on October 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Rwabhineda kalau bergerak menjadi dua. Orang yang berpikir dari satu sisi akan kecewa. Manusia dibelenggu oleh sifat individualnya sehingga tidak mau berpikir dari sisi lain. Rwabhineda bukan dua hal yang bertentangan tetapi saling berkaitan yang tidak bisa terlepas, yang sudah menunggal menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh siapapun juga. Harus kedua-duanya diambil dapatlah satu. Kalau satu diambil tidak akan mendapat apa-apa. Continue reading “Kegagalan dalam Kehidupan akibat berpikir satu sisi” »

Kunci hidup sukses

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on September 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Rwabhineda kalau bergerak menjadi dua. Orang yang berpikir dari satu sisi akan kecewa. Manusia dibelenggu oleh sifat individualnya sehingga tidak mau berpikir dari sisi lain. Rwabhineda bukan dua hal yang bertentangan tetapi saling berkaitan yang tidak bisa terlepas, yang sudah menunggal menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh siapapun juga. Harus kedua-duanya diambil dapatlah satu. Kalau satu diambil tidak akan mendapat apa-apa. Continue reading “Kunci hidup sukses” »

Mengerti sipta (kode) berarti mengerti apa yang akan terjadi

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on September 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Perjuangan hidup manusia di satu pihak berpedoman pada Ketuhanan dan di pihak lain pada material, sehingga ada 2 (dua) pilihan yaitu sorga dunia dan sorga akhirat. Continue reading “Mengerti sipta (kode) berarti mengerti apa yang akan terjadi” »

Penghayatan Cerita Anggada Duta (2)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on July 31, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Anggada setelah kesadarannya kembali, kembali menjadi pahlawan Ayodya. Unsur Alengka dan Ayodya jaraknya jauh sekali. Perlu kapal untuk mencapai itu. Dengan kemauan kembali maka Anggada ditugaskan sebagai jembatan untuk menghubungkan Ayodya dengan Alengkapura. Antara sifat ayu dan sifat malas jauh berbeda walaupun diri disatukan. Biar jauh badannya tetapi pikirannya dekat inilah yang dicari. Inilah sebabnya pikiran tidak akrab, badan bisa akrab. Kalau keadaan kita begini akan terjadi tarik menarik.  Memang tidak mungkin bisa bertemu antara yang berpikir rahayu dan berpikir malas. Untuk mempertemukan ini harus ada jembatan. Continue reading “Penghayatan Cerita Anggada Duta (2)” »

Penghayatan Cerita Anggada Duta (1)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on July 31, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Apa yang kita lakukan dalam menemukan kembali yang hilang? Satu-satunya jalan dengan perjuangan dan pengorbanan. Sesuatu yang hilang itu adalah Kesejahteraan hidup. Banyak mengalami lebingungan dalam hidupnya. Anggada penuh semangat dalam konsep Rama untuk meyerbu Alengka guna menemukan kembali Shita. Continue reading “Penghayatan Cerita Anggada Duta (1)” »

Ketidakrelaan berkorban

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on July 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Antara sorga dan neraka beda tipis. Bagi yang tidak berpikir panjang pasti tidak percaya. Antara kerelaan berkorban dan kenyamanan adalah tunggal. Sifat aku tidak memberikan untuk berkorban. Apapun yang kita lakukan pasti pengorbanan. Pengorbanan itu tergantung bidangnya masing-masing. Di zaman ini tidak adanya suatu kerelaan berkorban tetapi mengharapkan untuk mendapatkan kenyamanan. Apakah mungkin? Continue reading “Ketidakrelaan berkorban” »

Bagaimana seharusnya?

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on June 23, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

      Anak muda sebagai penyelamat keluarga dan bangsa. Bila kita lihat gejala zaman yang sekarang ini terasa sekali dunia akan hancur lebur dengan segala kemajuan yang ada, karena di antara kita manusia apakah itu manusia anak-anak atau tua, saling berlomba untuk menikmati kemajuan zaman melalui pemenuhan nafsu indrianya. Continue reading “Bagaimana seharusnya?” »

Bayang-bayang kebahagiaan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on June 23, 2014
Posted in Renungan  | Tagged With: ,

       Bila kita melirikkan mata kita ke jalan raya maka kita akan menemukan serba ragam keindahan yang terwujud oleh adanya kemajuan zaman. Air liur mengalir membasahi bibir, gerakan jantung berdegup, nafas sesak mengalir di dada dengan bunyi dengusan mulut, mungkin juga sampai pada getaran badan yang menggigil merasakan nikmatnya sentuhan perasaan kulit ari yang bergesekan. Kata-kata aduhai mii bermunculan dalam hati manusia.

Continue reading “Bayang-bayang kebahagiaan” »

Bagaimana prilaku kita untuk menghidupkan sesuatu yang telah mati

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on April 29, 2014
Posted in Pengembangan diri  | Tagged With: , ,

       Jabang bayi Utari yang kena senjata gaibnya Aswathama, sehingga Utari yang sedang mengandung bayinya meninggal dalam kandungan. Utari sedih, lalu melapor kepada Krishna. Utari mengeluh : “Mengapa Tuhan membiarkan bayinya meninggal”. “Tuhan sampai tega tidak memperhatikan.” Menurut pikiran kita tentu sulit sekali untuk menghidupkan bayi yang telah mati : dan tidak mungkin, namun karena kehendak Tuhan bayi Utari bisa hidup, namun kelahirannya membawa cacat (Parikesit). Continue reading “Bagaimana prilaku kita untuk menghidupkan sesuatu yang telah mati” »