Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Serba-serbi Agama Hindu

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on March 29, 2014
Posted in Agama  | Tagged With: ,

       Buku Serba-serbi Agama Hindu merupakan  buku yang disusun dari bahan-bahan upanishada-upanishada agama baik secara langsung maupun tidak langsung dari penyusunnya. Adapun yang menjadi inti dari penyusunan buku ini adalah Kursus Guru Agama Hindu Dharma Jagathita yang  diadakan pada tanggal 14 sampai dengan 28 Desember 1966, bertempat di Pura Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Adapun yang memberikan Upanishada pada waktu itu ialah  : Drs. Ida Bagus Oka Punyatmaja, Drs. I Gusti Agung Putra, Ida Pedanda Putra Kemenuh,  I Nengah Sudharma, BA, dan Pemuka Agama se Pulau Lombok  antara lain Pedanda Gede Wayan Lebah, Pedanda Made Pidada dan lain-lainnya. Selanjutnya dapat dibaca secara lengkap di sini.

Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 14)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on January 5, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Sekarang akan saya ajak pada cerita kematiannya Parikesit. Parikesit meninggal pada umur 60 tahun. Kematiannya disebabkan oleh perbuatannya waktu berburu. Pada waktu itu karena sudah lelah mencari yang diburu. dan sampai pada tempat pertapaan Rsi Samiti. Kebetulan beliau sedang mengadakan monabrata, dan ditanya terang tidak akan menjawab.  Karena marahnya, bangkai ular yang ada di sana dipakai mengalungi Rsi Samiti. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 14)” »

Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 13)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 24, 2013
Posted in Uncategorized 

Yudhistira melihat alamat yang tidak baik itu merasa khawatir, sang Arjuna menghadap Bhagawan Wyasa, dan mempersembahkan kejadian di negeri Dwaraka. Pandawa dinasehatkan pergi ke hutan. Semua Pandawa setuju untuk masuk hutan. Parikesit dinobatkan menjadi Raja. Sebagai penasehatnya ditugaskan Krepa dan Yuyutsu. Sebelum berangkat juga diadakan selamatan untuk roh para Yadawa. Dewi Subadra tetap di Hastina, Dewi Ulupi pulang ke Pancala, Dewi Citranggada dititah ke Manipura. Setelah meninggalkan istana, para Pandawa diikuti oleh seekor anjing. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 13)” »

Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 12)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on December 24, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Tadi telah datangnya alamat mengenai kehancuran dharma yang dilandasi oleh bhakti yang tulus ikhlas akan ke Maha Kuasaan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sanghyang Widhi Wasa). Hal itu akan terlihat pada cerita tumpasnya darah Yadawa. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 12)” »

Menjaga hubungan sosial, kehidupan yang berwibawa ditentukan oleh perbuatan

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on November 14, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

      Manusia keliru kalau menganggap hidup ini menyenangkan. Manusia menjadi bingung karena banyaknya persoalan yang menyangkut dirinya. Satu dilupakan menjadi masalah. Jangan berpikir dengan begini senang, sedangkan yang lain dilupakan. Continue reading “Menjaga hubungan sosial, kehidupan yang berwibawa ditentukan oleh perbuatan” »

Menjelajahi Mahabharata Ke-4 (Bagian 11)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on November 1, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Setelah para Korawa yang masih hidup yang merupakan janda-janda, isteri Pandawa dan Korawa, begitu juga tiga serangkai pertapa, mandi di sungai Gangga, mereka ingin melihat kegaiban yang telah dinasehatkan oleh Bhagawan Wyasa. Merekapun tak lupa mengadakan pemujaan pada Dewata dan penghormatan pada yang telah pulang ke alam baka. Kembalilah mereka menuju Bhagawan untuk menanyakan hal itu. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata Ke-4 (Bagian 11)” »

Menjelajahi Mahabharata Ke-4 (Bagian 10)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on September 18, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Setelah ke empat Rsi mengunjungi pertapaan Drestharastra, tibalah giliran Raja Pandawa untuk berkunjung. Yudhistira karena selalu teringat akan ibu serta Raja Drestharastra dan Dewi Gendari, memberitahukan maksudnya akan mengunjungi mereka di hutan. Para Pandawa setuju, karena merekapun telah merasakan kerinduannya. Keesokan harinya merekapun berangkat. Untuk menjaga kerajaan Hastina diserahkan pada Yuyutsu dan Bhagawan Domya. Berangkatlah Pandawa dengan semua isterinya, seperti Drupadi, Subadra, Ulupi dan Dewi Citranggada putri Raja Manipura, Dewi Balwara adik Dresthaketu (isteri Bhima), Dewi Retupati (puteri Nakula), Dewi Utari (janda Abimanyu), dan para janda lainnya dari Korawa. Mereka berbondong-bondong, berduyun-duyun mengunjungi sang pertapa. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata Ke-4 (Bagian 10)” »

Menjelajahi Mahabaharata ke-4 ( Bagian 9)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on August 30, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Saya akan melanjutkan dengan perjalanannya Drestharastra menuju hutan dan meninggalkan Hastina. Sebelum keberangkatannya ke hutan, Raja Drestharastra memberikan pesan kepada Pandawa agar selamat. Setelah itu Drestharastra menyuruh Raja Yudhisatira mengadakan upacara “Pitra Tarpana” untuk putra-putranya yang telah tewas. Beliaupun minta benda sebagai bekal dan untuk selamatan dan untuk yadnya pada pertapa-pertapa di hutan. Perbuatan pemberian harta benda ini diketahui oleh Bhima. Continue reading “Menjelajahi Mahabaharata ke-4 ( Bagian 9)” »

Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 8)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on August 10, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Marilah saya tinggalkan lahirnya Parikesit, dan saya lihat kebencian Bhima kepada Drestharastra. Hastina mendapatkan ketentramannya. Drestharastra telah hidup senang gembira bersama Pandawa, dan telah dapat melupakan putra Kuru yang telah gugur dalam Bharatayudha. Yudhistira sering memperingatkan kepada adik-adiknya agar dapat memberikan kesenangan kepada Raja Drestharastra. Dewi Gendaripun kelihatan senang. Beberapa tahun telah berlalu, kemudian terjadilah suatu tragedi yang menimbulkan kesedihan Drestharastra.    Continue reading “Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 8)” »

Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 7)

Posted by Puspa Wijaya Kusuma on August 10, 2013
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Upacara pembakaran Bhisma telah selesai. Pandawa telah kembali ke Hastina, dan telah dapat menemukan kekayaan di Gunung Himalaya sebagai kekayaan Hastina. Dalam kesibukan persiapan Aswa Weda, Dewi Utari melahirkan putera. Puteranya lahir dalam keadaan mati. Kebetulan Bhatara Krishna dan Dewi Subadra berada di Hastina. Kematian bayi itu disebabkan oleh panah Brahmastranya Aswatama. Bhatara Krishna masuk kamar bayi yang baru dilahirkan, dan kebetulan Dewi Kunti dan Dewi Subadra sudah berada di sana. Sesuai dengan janji beliau, maka bayi itu seketika itu hidup, dan diberi nama Parikesit. Bhatara Krishna telah menyaksikan sesaji dari Aswa Weda yang dilaksanakan oleh Yudhistira, beliau akhirnya pulang. Sebelum melakukan korban Aswa Weda, atau sebelum belajar Weda (Ilmu pengetahuan yang suci), terlebih dahulu lahirlah Parikesit. Continue reading “Menjelajahi Mahabharata ke-4 (Bagian 7)” »