Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Manusia lahir ke dunia untuk menyelesaikan penderitaan

Posted by Wijaya Kusuma on September 19, 2015
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Manusia semau gue karena tidak tahu tutur, sering terjadi kesalah pahaman karena kebenaran manusia berbeda-beda.

Mengapa remaja harus kawin? Jika tidak tahu otomatis menyalahkan, menyesal. Kalau tidak tahu apapun yang dilakukan di luar kesadaran diri sendiri, sebab tidak menyadari bahwa dituntut dengan perilaku-perilaku tanggung jawab (tuntutan kewajiban). Continue reading “Manusia lahir ke dunia untuk menyelesaikan penderitaan” »

Manusia Bhuta vs Manusia Dewa

Posted by Wijaya Kusuma on Februari 14, 2015
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Begitu sulitnya menanamkan kesadaran pada manusia, dari manusia Bhuta supaya bisa menjadi manusia Dewa. Manusia Bhuta terjebak pada dunia material hanya berpikir kenikmatan manusia dunia, seolah-olah hidup hanya sampai di sana, tidak ada kelanjutannya. Liarnya manusia hidup sekarang seperti tidak mempunyai kelanjutan. Semua dilihat dari keinginan dirinya. Kekuatan manusia masa kini hanya untuk membuat ribut sehingga pada akhirnya semua menjadi kecewa dalam hidup ini. Manusia Dewa manusia yang tahu pasti tentang kehidupan materi sehinggga bermanfaat. Continue reading “Manusia Bhuta vs Manusia Dewa” »

Kekeliruan manusia jika tidak memperhatikan rasa

Posted by Wijaya Kusuma on Februari 6, 2015
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Jangan melihat sesuatu dari penampilan walaupun penampilan bisa menampilkan yang di dalam tetapi tidak seluruhnya. Bagaimana kelirunya manusia bila ¬†tidak memperhatikan rasa. Mengertilah perasaan orang lain. Mengertilah tuntutan suatu perasaan. Kalau tidak bisa, repot terus. Tuntutan itu sebenarnya tidak banyak, yang utama adalah diperhatikan (mau memperhatikan). Continue reading “Kekeliruan manusia jika tidak memperhatikan rasa” »

Perubahan Memaksa Manusia Kembali Berpikir

Posted by Wijaya Kusuma on Desember 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Perubahan itu mengenai siapapun juga. Bumi ini berputar. Gunung-gunung curam dari Barat. Benda itu juga berubah. Perubahan itu terus berlalu. Perubahan itu disebabkan karena waktu (Kala). Disimbulkan dengan Caling/taring. Maka manusia itu takut akan perubahan, oleh karena itu sering dimakan Kala, karena manusia tidak mau berubah. Kala = waktu. Maka semua yang hidup dibunuh oleh Kala. Orang sering bertengkar karena tidak mau ada perubahan. Continue reading “Perubahan Memaksa Manusia Kembali Berpikir” »

Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)

Posted by Wijaya Kusuma on Desember 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Empat unsur¬† yang harus diperhatikan yaitu pikiran, tenaga, materi dan iman. Jika kita telah melaksanakan empat hal ini barulah menuju ke angka 5 (lima) yang artinya hidup. Hidup ini dikaitkan dengan Panca Pandawa, barulah nyungsung Yudistira atau Sang Hyang Dharma. Dari Panca Pandawa menjadi Panca Dewata. Lawannya adalah Panca Maha Butha. Kalau dalam sastra/aksara ada disebut Panca Brahma dan Panca Tirtha. Continue reading “Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)” »