Header image alt text

Arya Sastra

Guru yang sejati adalah seorang yang terus belajar sepanjang hidupnya.

Keberhasilan dalam hidup merupakan tabungan kepuasan

Posted by Wijaya Kusuma on Oktober 23, 2018
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Kita mulai melupakan belenggu daripada badan. Kita hanya dipaksa untuk mengikuti keinginan indria/aku tanpa tahu persoalan. Kalau sudah demikian keadaannya, kenyamanan dan keamanan tidak mungkin berjumpa. Dengan kembali menyatu kepada Tuhan, beliau akan bertanggung jawab terhadap semua hasil ciptaan-Nya, seperti hubungan orang tua dengan anak. Continue reading “Keberhasilan dalam hidup merupakan tabungan kepuasan” »

Nafsu merupakan kekuatan hidup

Posted by Wijaya Kusuma on Juni 19, 2015
Posted in Spiritual  | Tagged With: , ,

Orang yang mempunyai kebersihan pikiran, dia tahu apa yang dia minta. Manusia yang berdarah, manusia yang bernafsu. Oleh karena itu, bagaimana nafsu diarahkan, dan bukan dirubah, dibunuh/dipotong sehingga hasilnya merupakan suatu kebutuhan hidup. Tidak akan menyiksa hidup (rahayu). Continue reading “Nafsu merupakan kekuatan hidup” »

Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)

Posted by Wijaya Kusuma on Desember 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: , , ,

Empat unsur  yang harus diperhatikan yaitu pikiran, tenaga, materi dan iman. Jika kita telah melaksanakan empat hal ini barulah menuju ke angka 5 (lima) yang artinya hidup. Hidup ini dikaitkan dengan Panca Pandawa, barulah nyungsung Yudistira atau Sang Hyang Dharma. Dari Panca Pandawa menjadi Panca Dewata. Lawannya adalah Panca Maha Butha. Kalau dalam sastra/aksara ada disebut Panca Brahma dan Panca Tirtha. Continue reading “Tujuan Hidup Manusia Kembali ke angka Nol (O)” »

Selama hidup selalu ada godaan

Posted by Wijaya Kusuma on November 20, 2014
Posted in Spiritual  | Tagged With: ,

Kita hidup sebenarnya suatu usaha yang kita lakukan untuk mendapat aman (tidak ada godaan). Godaan itu disebabkan karena tuntutan hidup.

Yang membuat tidak aman, kita tidak mau memikirkannya (sebelum berbuat). Kalau kita tidak banyak berpikir tentu banyak menyalahkan orang lain (ini juga godaan). Persoalannya bukan boleh dan tidak boleh, tetapi berpikir. Dengan berpikir Jagathita akan tercapai. Continue reading “Selama hidup selalu ada godaan” »